berita

PBSI Sumbar: Cegah Carpal Tunnel Syndrome Bagi Pemain Intens

Gangguan yang dimaksud tidak lain adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS). Secara medis, kondisi ini terjadi ketika saraf medianus yang berjalan dari lengan bawah ke telapak tangan tertekan di bagian pergelangan tangan, tepatnya di dalam lorong karpal yang sempit. Gejala awalnya sering kali berupa rasa kesemutan, mati rasa, atau sensasi seperti tertusuk jarum pada jari jempol, telunjuk, dan jari tengah. PBSI Sumbar menekankan bahwa bagi seorang pemain yang intens, gejala-gejala ini sering kali disalahartikan sebagai kelelahan otot biasa, padahal itu adalah sinyal bahwa saraf sedang terjepit.

Penyebab utama munculnya kondisi ini pada pemain bulu tangkis adalah kombinasi antara gerakan pergelangan tangan yang repetitif dan tekanan konstan pada telapak tangan saat menggenggam raket. Ketika seorang pemain melakukan ribuan kali pukulan dalam satu sesi latihan, jaringan di sekitar lorong karpal bisa mengalami pembengkakan. Tekanan internal inilah yang kemudian menekan saraf medianus. PBSI Sumbar mengamati bahwa pemain yang memiliki kebiasaan menggenggam raket terlalu kencang (death grip) memiliki risiko jauh lebih tinggi terkena gangguan ini dibandingkan mereka yang memiliki teknik genggaman yang lebih relaks.

Langkah untuk cegah kondisi ini dimulai dari kesadaran akan ergonomi alat dan teknik. Penggunaan overgrip yang empuk dapat membantu menyerap sebagian getaran dan mengurangi tekanan langsung pada saraf. Selain itu, PBSI Sumbar menyarankan agar pemain secara rutin melakukan “peregangan saraf” atau nerve gliding exercises. Latihan ini bertujuan untuk menjaga agar saraf tetap dapat meluncur dengan bebas di dalam lorongnya tanpa terhambat oleh jaringan yang meradang. Melakukan istirahat pendek di sela-sela latihan intensif juga sangat krusial untuk memberikan waktu bagi jaringan lunak untuk “bernapas”.

Bagi para pemain intens, volume latihan memang penting untuk mengasah insting dan akurasi, namun tanpa manajemen pemulihan yang baik, volume tersebut justru menjadi bumerang. Di Sumatera Barat, para pelatih kini mulai mengintegrasikan sesi pijat olahraga (sports massage) ringan yang fokus pada area lengan bawah untuk membantu melancarkan aliran limfatik dan mengurangi ketegangan otot flexor. Jika otot-otot di sekitar pergelangan tangan tetap dalam kondisi rileks, tekanan di dalam lorong karpal pun akan tetap berada dalam batas aman.