Prosedur kepemilikan kartu lisensi ini melibatkan beberapa tahapan seleksi yang ketat, mulai dari ujian teori mengenai aturan permainan hingga ujian praktik lapangan. Pelatih privat harus mampu mendemonstrasikan cara memberikan instruksi yang benar serta menyusun program latihan yang sesuai dengan kelompok usia atlet. Kartu lisensi khusus ini nantinya menjadi bukti bahwa sang pelatih telah memenuhi standar kualifikasi nasional dan memahami kode etik kepelatihan. Dengan adanya regulasi ini, orang tua atlet kini memiliki panduan yang jelas dalam memilih mentor yang berkualitas untuk anak-anak mereka, sehingga investasi waktu dan biaya yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.
Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga ini, profesi pelatih privat kini menjamur di berbagai gelanggang olahraga. Namun, tanpa adanya standarisasi kompetensi, kualitas pelatihan yang diberikan sering kali tidak seragam. Oleh karena itu, PBSI Sumbar mewajibkan setiap pelatih mandiri untuk mengikuti sertifikasi guna mendapatkan lisensi resmi. Langkah ini diambil untuk menjaga kualitas teknik dasar yang diajarkan kepada atlet muda, termasuk dalam hal penguasaan teknik smash yang menjadi salah satu materi wajib dalam pengujian kompetensi pelatih di bawah naungan federasi.
PBSI Sumbar juga menegaskan bahwa lisensi ini memiliki masa berlaku tertentu dan harus diperbarui secara berkala melalui kegiatan workshop atau penyegaran ilmu kepelatihan. Hal ini dilakukan agar para pelatih tetap “update” dengan perkembangan strategi bulu tangkis modern yang terus berubah dengan cepat. Selain itu, pelatih yang memiliki lisensi resmi akan mendapatkan akses prioritas ke berbagai fasilitas pendukung dan basis data atlet yang dikelola oleh provinsi. Penerapan regulasi ini merupakan bentuk perlindungan profesi, sehingga para pelatih yang benar-benar berkompeten mendapatkan apresiasi dan pengakuan yang layak di mata publik.
Dampak positif dari penertiban ini mulai dirasakan dengan semakin rapinya administrasi kepelatihan di berbagai kota dan kabupaten di Sumatera Barat. Para pemilik GOR juga diimbau untuk bekerja sama dengan hanya mengizinkan pelatih berlisensi untuk membuka kelas privat di fasilitas mereka. Sinergi antara pengelola fasilitas dan federasi sangat diperlukan agar Prosedur Kepemilikan Kartu Lisensi tidak hanya sekadar memberikan latihan fisik, tetapi juga mampu membentuk karakter dan mentalitas juara pada diri setiap atlet. Pengurusan kartu lisensi ini dirancang sedemikian rupa agar tetap mudah diakses namun tetap menjaga integritas teknis yang tinggi.